Buat para pecinta anime, pasti udah ga asing lagi dengan ekstensi file-file anime yang ditonton. Ekstensi yang sering dipakai tentu saja paling banyak adalah .avi, namun buat orang-orang yang suka mengoleksi anime yang sudah ditonton hal ini tentu saja menimbulkan sedikit masalah. Memang file yang berekstensi .avi mempunyai kualitas yang bagus namun hal tersebut harus dibayar dengan ukurannya yang cukup besar (sekitar 150-250 mb untuk anime berdurasi ±24 menit).
Salah satu untuk mengatasi hal ini adalah dengan meng-encode (baca:mengkompres) file .avi tersebut ke dalam format lain. Pada prinsipnya, encoding merupakan proses transfer informasi dari satu format ke bentuk format yang lain (wiki), namun dalam dunia video/anime, encoding file biasanya diidentikkan dengan proses compressing (memperkecil ukuran file) yang memang secara langsung mengubah ekstensi (format) dari file yang bersangkutan. Proses kompresi video secara umum serupa dengan proses file-file yang lain (ingat WinRAR atau WinZip ??), namun proses kompresi video ini menggunakan algoritma yang cukup berbeda dan dilakukan frame per frame. Oleh karena itu, kompresi video ini memakan waktu yang terbilang relatif cukup lama (selain disebabkan oleh ukuran filenya yang cukup besar).
Pada tulisan kali ini, saya akan mencoba memberikan semacam tutorial (haha ^^) dalam melakukan proses kompresi video dengan menggunakan 2 software yang sering saya gunakan sehari-hari. Untuk software pertama adalah dengan menggunakan Easy Real Media Producer dan yang kedua menggunakan TvLx264.
Sebelum saya memulai lebih jauh, ada beberapa hal yang harus saya jelaskan terlebih dahulu terutama mengenai format video yang nantinya akan dipakai. Untuk ERMP sendiri akan meng-encode file-file .avi menjadi bentuk format .rmvb. Bentuk RMVB ini merupakan kepanjangan dari Real Media Variable Bitrate, karena memang file yang dihasilkan dari proses kompresi mempunyai bitrate yang tidak tetap dan bervariasi tergantung dari setting yang kita gunakan. Format RMVB ini diciptakan untuk proses transfer file di internet (upload/download) yang lebih mudah dilakukan ketimbang dalam format AVI. Kemudian untuk software TvLx264 akan meng-encode file menjadi format MKV. Format MKV ini sendiri terbilang cukup baru dan merupakan generasi setelah RMVB. Untuk detail mengenai format ini dapat dilihat disini. Pada intinya, format matroska ini bukan lah format sebuah video, melainkan semacam container yang memuat file video dan audio ke dalam satu tempat.
Untuk menggunakan ERMP sendiri sebenarnya cukup mudah karena sudah berbentuk GUI. Untuk versi ERMP yang saya gunakan adalah ERMP v1.94. Setelah anda mendapatkan installernya di link yang saya tuliskan diatas, silahkan install seperti biasa. Kemudian pilih Easy Real Media Producer di Start Menu untuk memulai program. Selanjutnya pilih bagian setting untuk memula pengaturan yang diperlukan.
Pada intinya pengaturan yang akan dilakukan disini bertujuan untuk mendapatkan file sekecil mungkin dengan kualitas sebagus mungkin. Default setting dari ERMP sendiri sebenarnya sudah cukup bagus, namun berdasarkan pengalaman saya, pengaturan yang penting biasanya terletak pada penggunaan CBR (Constant BitRate) atau VBR (Variable BitRate).
Saya biasanya menggunakan setting VBR dengan max bitrate sebesar 900 Kbps dengan average bitrate 300 Kbps untuk mendapatkan file berukuran 60-80 Mb dari sebelumnya yang berukuran 150Mb ++ (namun hal ini tergantung juga dari file yang akan di-encode).
Anda juga dapat mengatur pada bagian Global untuk penggunaan CPU yang diinginkan. Pilih High untuk mempercepat proses encoding (dengan konsekuensi komputer anda akan menjadi sangat lambat ^^).
Kemudian setelah anda selesai melakukan pengaturan yang diperlukan, klik OK dan tinggal add file yang anda inginkan. Format file yang disupport oleh ERMP ini adalah .avi. Anda dapat menambahkan file lebih dari satu tentu saja (proses kompresi dilakukan secara berurutan). Selanjutnya klik start untuk memulai proses encoding dan tinggal tunggu hasilnya. Secara default file hasil encoding akan disimpan di folder yang sama dengan file asalnya.
Untuk penggunaan software yang kedua (TvLx264) agak rumit (karena tidak berbentuk GUI), namun sebenarnya cukup mudah apabila anda sudah mengerti dasarnya ^^. Setelah anda mendapatkan file installernya, silahkan anda install seperti biasa.
Dalam proses install, anda akan diminta untuk mengatur letak folder "source" dan "destination". Folder "source" adalah folder tempat anda meletakkan file yang ingin anda encode, dan folder "destination" adalah folder tempat TvLx264 meletakkan file hasil encode.
Setelah anda selesai menginstall, buka file settings dari start menu untuk melakukan beberapa pengaturan. Cari baris bernama "priority=i" dan ganti menjadi "priority=h". Hal ini untuk membuat TvLx264 menggunakan seluruh resources CPU anda (untuk proses encoding yang lebih cepat).
Kemudian pada baris "threads=1" anda dapat mengatur jumlah threads yang akan digunakan oleh TvLx264. Apabila anda memiliki prosesor dengan Dual Core, saya sarankan anda mengubah angka 1 menjadi 3 atau 4 (tergantung sejauh mana kemampuan prosesor anda). Metode yang saya gunakan dalam menentukan angka ini adalah coba-coba, dimana saya naikkan secara bertahap dan kemudian saya lihat pada Task Manager tingkat aktivitas CPU saya. Usahakan agar aktivitas CPU yang didapat 100% (untuk proses encoding yang lebih cepat).
Setelah selesai dengan bagian settings, save dan tutup file tersebut. Selanjutnya letakkan file yang ingin anda encode kedalam folder source. TvLx264 ini men-support baik file AVI maupun MKV lainnya (yang berukuran besar). Kemudian klik icon TvLx264 pada Start Menu (jangan yang dari Shortcut di Desktop) untuk memulai proses encoding. Apabila sudah muncul icon TvLx264 di pojok kanan desktop bar anda berarti proses encoding telah dimulai.
Anda dapat melihat prosesnya secara detail dengan double-click pada icon tersebut dan akan muncul semacam DOS-window. Jangan tutup window tersebut setelah anda memunculkannya karena hal tersebut berarti akan menutup program TvLx264 (kecuali jika anda memang ingin menghentikan proses encoding). Namun jangan khawatir, software TvLx264 ini cukup smart untuk melanjutkan proses encoding yang terhenti, cukup dengan meng-click icon TvLx264 pada Start Menu untuk melanjutkan proses encoding kembali.
Secara umum software ERMP memang lebih mudah digunakan daripada software TvLx264, namun dari segi kehandalan dan fleksibilitas, TvLx264 jauh lebih baik daripada ERMP. Selain format file yang disupport jauh lebih banyak, ukuran file yang dihasilkan oleh TvLx264 relatif lebih kecil dengan kualitas gambar yang sama dengan file hasil ERMP. Selain itu, proses encoding yang dilakukan oleh TvLx264 cukup cepat bila dibandingkan dengan ERMP (dengan pengaturan yang tepat). Sebagai bahan perbandingan, saya membutuhkan hanya sekitar 20-30 menit untuk meng-encode file AVI berukuran 175 Mb dengan menggunakan TvLx264, dan ukuran file yang dihasilkan sekitar 50 Mb. Dengan ERMP, dibutuhkan waktu ±1 jam dengan ukuran file yang dihasilkan sekitar 75-80 Mb.
Demikian tulisan saya kali ini, semoga bermanfaat bagi anda semua, terutama para pecinta anime ^^. Apabila ada pertanyaan silahkan cantumkan di bagian comment.
Sunday, February 10, 2008
Thursday, January 3, 2008
Counter Strike Mania
Saya baru dapet gambar ini dari forum CS yang biasa gw ikutin. Jadi ngingetin saya akan masa-masa SMA dulu...haha.
Buat yang pernah main Counter Strike pasti ngerti maksud dari gambar tersebut, buat yang ngga ngerti....ya start playing dude ^^. Cuma mo sedikit curhat ajah mengenai sedikit sejarah saya bermain CS. Dulu waktu SMA sempet dikenalin ama temen game ini, dulu klo ga salah masih versi 1.4. Trus lama ga main, tiba-tiba dah jadi versi 1.5 (udah lengkap ama botnya). Satu hal yang masih saya inget itu trick Bunny Jump (salah satu bug terkenal di CS 1.5).
Ga terasa dah kuliah, ternyata di kampus banyak juga yang doyan main CS, alhasil kita pernah beberapa kali clanwar sama senior angkatan atas (haha, seru abis). Bahkan kadang2 sampe komputer dijurusan juga dipasang CS buat maen rame2 di jurusan (ampe ada yg bela2in bawa laptop cuman buat maen CS).
Dulu saya sempet ikut penyisihan WCG, cuman ampe tingkat Depok sih...haha, abisnya waktu itu masih polos sih (ceilee, masih polos ^^), terbantai langsung gara2 teamworknya kurang. Kebetulan waktu itu posisi saya sebagai sniper (backup) dibelakang, ya jadinya sampe sekarang senjata favorit ya AWP ama Deagle.
Buat yang pengen ketemu saya di map CS (^^), saya biasanya OL di server lokal dengan nick LuV_RiRiE.
Satu lagi, beberapa tanda-tanda Anda sudah kebanyakan main CS :
- Ga pernah jalan dengan tangan kosong, selalu bawa pisau soalnya dengan pisau dapat berlari lebih cepat
- Selalu bawa keyboard and teken Shift saat jalan supaya ga kedengeran ama musuh
- Pertama kali ketemu orang langsung liat kepalanya (incer headshot ^^)
- Pake baju berlapis-lapis biar ga tembus peluru
- Selalu triak "fire in the hole" dan lempar flahsbang setiap kali masuk ke rumah/ruangan baru
- Ga pernah tenang jalan sendirian, takut dipiso ama orang dari belakang
- to be continued...^^
Buat yang pernah main Counter Strike pasti ngerti maksud dari gambar tersebut, buat yang ngga ngerti....ya start playing dude ^^. Cuma mo sedikit curhat ajah mengenai sedikit sejarah saya bermain CS. Dulu waktu SMA sempet dikenalin ama temen game ini, dulu klo ga salah masih versi 1.4. Trus lama ga main, tiba-tiba dah jadi versi 1.5 (udah lengkap ama botnya). Satu hal yang masih saya inget itu trick Bunny Jump (salah satu bug terkenal di CS 1.5).
Ga terasa dah kuliah, ternyata di kampus banyak juga yang doyan main CS, alhasil kita pernah beberapa kali clanwar sama senior angkatan atas (haha, seru abis). Bahkan kadang2 sampe komputer dijurusan juga dipasang CS buat maen rame2 di jurusan (ampe ada yg bela2in bawa laptop cuman buat maen CS).
Dulu saya sempet ikut penyisihan WCG, cuman ampe tingkat Depok sih...haha, abisnya waktu itu masih polos sih (ceilee, masih polos ^^), terbantai langsung gara2 teamworknya kurang. Kebetulan waktu itu posisi saya sebagai sniper (backup) dibelakang, ya jadinya sampe sekarang senjata favorit ya AWP ama Deagle.
Buat yang pengen ketemu saya di map CS (^^), saya biasanya OL di server lokal dengan nick LuV_RiRiE.
Satu lagi, beberapa tanda-tanda Anda sudah kebanyakan main CS :
- Ga pernah jalan dengan tangan kosong, selalu bawa pisau soalnya dengan pisau dapat berlari lebih cepat
- Selalu bawa keyboard and teken Shift saat jalan supaya ga kedengeran ama musuh
- Pertama kali ketemu orang langsung liat kepalanya (incer headshot ^^)
- Pake baju berlapis-lapis biar ga tembus peluru
- Selalu triak "fire in the hole" dan lempar flahsbang setiap kali masuk ke rumah/ruangan baru
- Ga pernah tenang jalan sendirian, takut dipiso ama orang dari belakang
- to be continued...^^
Tuesday, January 1, 2008
Penipuan SMS
Hmm, dah lebih dari seminggu ga nyentuh blog, jadi ga enak sendiri. ^^
Btw, sekitar 2 hari lalu (29 Dec) saya sempat nonton sebuah acara di RCTI pukul 04.00 dinihari (klo ga salah) yang judulnya Panutan Pagi. Acara tersebut merupakan sebuah talkshow singkat dengan pembawa acara Marisa Haq dan seorang ustadz (yang saya lupa namanya >.<).
Yang menjadi perhatian saya saat itu adalah bintang tamu yang dihadirkan, yaitu Roy Suryo (buat para blogger mania yang pernah baca blognya Priyadi pasti tau alasan kenapa saya tertarik...hehe). Dalam acara tersebut, Roy Suryo sebagai "Pakar Telekomunikasi" bertindak sebagai sumber dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Marisa Haq.
Ada dua hal yang menggelitik hati saya saat menonton acara tersebut. Yang pertama adalah, saya menyadari bahwa untuk menyandang gelar "Pakar Telekomunikasi" dan berbicara di depan masyarakat umum sebagai seorang pakar tidak dibutuhkan banyak syarat, cukup sering-sering baca berita dan surfing internet, Anda juga dapat memakai gelar "Pakar Telekomunikasi" sebagaimana halnya Roy Suryo ^^. Hal ini saya simpulkan dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh sang Pembawa Acara (Marisa Haq) kepada Roy Suryo yang menurut saya, pasti Anda semua juga mampu menjawabnya. Sebagai contoh mengenai cara mengenali sms yang berasal dari operator dan yang bukan.
Kemudian yang kedua adalah mengenai comment yang dilontarkan oleh Roy Suryo itu sendiri. Kebetulan dalam acara tersebut menghadirkan seorang pelaku kejahatan penipuan dengan sms yang bernama Morena (yang tampil dalam bentuk siluet dan suara yang disamarkan, dalam sebuah layar besar). Disitu Marisa Haq menanyakan berbagai hal, termasuk mengenai modus operandi yang dilakukan oleh komplotan Morena. Yang menarik adalah, ketika ditanya modus operandi, saya memperhatikan bahwa Roy Suryo seolah-olah tidak ingin kelihatan seperti kecolongan alias tidak tahu modus yang digunakan oleh Morena. Jadi ketika Marisa Haq menanyakan modus operandi kepada sang pelaku, justru Roy Siryo selalu buru-buru menyela dan menjawabnya untuk Morena (what a funny, indeed....^^).
Bahkan ada dimana saat ketika Roy Suryo justru seperti menemukan modus baru untuk Morena, yaitu :
1. Korban dibawa ke ATM melalui telepon
2. Si pelaku dengan cepat menanyakan Saldo tabungan si korban (mis. Rp 25.000.000,-)
3. Kemudian si pelaku meminta korban untuk memperhatikan omongan si pelaku karena tidak ada pengulangan, dan si pelaku mulai memerintahkan si korban untuk mengetikkan angka-angka /tombol-tombol yang diminta oleh si pelaku seperti "tekan tombol kedua dari atas sebelah kanan" atau "tekan tombol yes" secara cepat.
4. Kemudian, nomor rekening pelaku dan jumlah uang yang ditransfer disamarkan sebagai "code" oleh si pelaku, dalam hal ini mis. "Masukkan code pertama 890278578 dan code kedua 24985750" yang ternyata merupakan rekening tujuan transfer dan jumlah uang yang ditransfer.
Ketika Roy Suryo mengkonfirmasikan hal ini kepada si Morena, justru kelihatannya Morena sendiri pun baru mengetahui modus seperti ini (terutama di bagian yang menyamarkan nomor rekening dan jumlah uang sebagai kode). Hal inilah yang membuat saya tertawa dalam hati, jangan-jangan justru Roy Suryo malah memberikan ide baru kepada komplotan Morena. Kemudian Roy Suryo juga melontarkan ide bahwa penipuan juga dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah server messages berbasis internet sehingga sang penerima sms tidak tahu bahwa pengirim sms tersebut bukanlah operator.
Untungnya acara tersebut ditayangkan bukan di saat prime time, dan untungnya lagi saya sebagai salah seorang penonton acara tersebut merupakan orang baik-baik sehingga saya tidak langsung mencari server berbasis internet yang dimaksud dan mencoba modus yang telah diterangkan dengan gamblang oleh Roy Suryo. Tapi saya tidak berani menjamin apakah orang-orang selain saya yang kebetulan juga menonton acara tersebut juga bertindak seperti saya ^__^.
Kesimpulannya, acara tersebut ternyata berguna sekali, baik untuk masyarakat umum maupun para komplotan sindikat penipuan dengan sms yang ingin mencoba modus operandi baru...hehe
Btw, sekitar 2 hari lalu (29 Dec) saya sempat nonton sebuah acara di RCTI pukul 04.00 dinihari (klo ga salah) yang judulnya Panutan Pagi. Acara tersebut merupakan sebuah talkshow singkat dengan pembawa acara Marisa Haq dan seorang ustadz (yang saya lupa namanya >.<).
Yang menjadi perhatian saya saat itu adalah bintang tamu yang dihadirkan, yaitu Roy Suryo (buat para blogger mania yang pernah baca blognya Priyadi pasti tau alasan kenapa saya tertarik...hehe). Dalam acara tersebut, Roy Suryo sebagai "Pakar Telekomunikasi" bertindak sebagai sumber dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh Marisa Haq.
Ada dua hal yang menggelitik hati saya saat menonton acara tersebut. Yang pertama adalah, saya menyadari bahwa untuk menyandang gelar "Pakar Telekomunikasi" dan berbicara di depan masyarakat umum sebagai seorang pakar tidak dibutuhkan banyak syarat, cukup sering-sering baca berita dan surfing internet, Anda juga dapat memakai gelar "Pakar Telekomunikasi" sebagaimana halnya Roy Suryo ^^. Hal ini saya simpulkan dari pertanyaan-pertanyaan yang diajukan oleh sang Pembawa Acara (Marisa Haq) kepada Roy Suryo yang menurut saya, pasti Anda semua juga mampu menjawabnya. Sebagai contoh mengenai cara mengenali sms yang berasal dari operator dan yang bukan.
Kemudian yang kedua adalah mengenai comment yang dilontarkan oleh Roy Suryo itu sendiri. Kebetulan dalam acara tersebut menghadirkan seorang pelaku kejahatan penipuan dengan sms yang bernama Morena (yang tampil dalam bentuk siluet dan suara yang disamarkan, dalam sebuah layar besar). Disitu Marisa Haq menanyakan berbagai hal, termasuk mengenai modus operandi yang dilakukan oleh komplotan Morena. Yang menarik adalah, ketika ditanya modus operandi, saya memperhatikan bahwa Roy Suryo seolah-olah tidak ingin kelihatan seperti kecolongan alias tidak tahu modus yang digunakan oleh Morena. Jadi ketika Marisa Haq menanyakan modus operandi kepada sang pelaku, justru Roy Siryo selalu buru-buru menyela dan menjawabnya untuk Morena (what a funny, indeed....^^).
Bahkan ada dimana saat ketika Roy Suryo justru seperti menemukan modus baru untuk Morena, yaitu :
1. Korban dibawa ke ATM melalui telepon
2. Si pelaku dengan cepat menanyakan Saldo tabungan si korban (mis. Rp 25.000.000,-)
3. Kemudian si pelaku meminta korban untuk memperhatikan omongan si pelaku karena tidak ada pengulangan, dan si pelaku mulai memerintahkan si korban untuk mengetikkan angka-angka /tombol-tombol yang diminta oleh si pelaku seperti "tekan tombol kedua dari atas sebelah kanan" atau "tekan tombol yes" secara cepat.
4. Kemudian, nomor rekening pelaku dan jumlah uang yang ditransfer disamarkan sebagai "code" oleh si pelaku, dalam hal ini mis. "Masukkan code pertama 890278578 dan code kedua 24985750" yang ternyata merupakan rekening tujuan transfer dan jumlah uang yang ditransfer.
Ketika Roy Suryo mengkonfirmasikan hal ini kepada si Morena, justru kelihatannya Morena sendiri pun baru mengetahui modus seperti ini (terutama di bagian yang menyamarkan nomor rekening dan jumlah uang sebagai kode). Hal inilah yang membuat saya tertawa dalam hati, jangan-jangan justru Roy Suryo malah memberikan ide baru kepada komplotan Morena. Kemudian Roy Suryo juga melontarkan ide bahwa penipuan juga dapat dilakukan dengan menggunakan sebuah server messages berbasis internet sehingga sang penerima sms tidak tahu bahwa pengirim sms tersebut bukanlah operator.
Untungnya acara tersebut ditayangkan bukan di saat prime time, dan untungnya lagi saya sebagai salah seorang penonton acara tersebut merupakan orang baik-baik sehingga saya tidak langsung mencari server berbasis internet yang dimaksud dan mencoba modus yang telah diterangkan dengan gamblang oleh Roy Suryo. Tapi saya tidak berani menjamin apakah orang-orang selain saya yang kebetulan juga menonton acara tersebut juga bertindak seperti saya ^__^.
Kesimpulannya, acara tersebut ternyata berguna sekali, baik untuk masyarakat umum maupun para komplotan sindikat penipuan dengan sms yang ingin mencoba modus operandi baru...hehe
Subscribe to:
Posts (Atom)